Memaafkan Adalah Kunci Kesuksesan

Alkisah dua orang pemuda bertemu setelah beberapa tahun pembebasan mereka oleh penjajah yang menjajah negeri mereka. Pemuda yang pertama bertanya “sudahkah kau memaafkan perbuatan mereka kepadamu?”. “Aku bersumpah tidak akan melupakan perbuatan mereka” sahut yang kedua. “Kalau begitu…” jawab yang pertama “mereka masih masih memenjarakanmu bukan?”

Apa yang dapat kita pelajari dari secuplik cerita diatas? Ya, Memaafkan. Memaafkan tidak mudah bagi sebagian orang, sulit bagi sebagian besar orang untuk memaafkan. Mengapa? Berikut ini ada beberapa alasan mengapa memaafkan sangat sulit dilakukan:

  • Kita mengira memberikan maaf berarti menyetujui perbuatan yang salah.
  • Saat memberikan maaf itu artinya kita menerima orang tersebut dalam kehidupan kita kembali.
  • Saat tidak memaafkan maka memberikan kita kekuatan, berada diatas angin, kekuasaan.
  • Jika kita memaafkan, ada kemungkinan kita akan sakit hati lagi.
  • Kita ingin memberikan hukuman kepada yang bersalah kepada kita.

Dari hasil penelusuran di klinik terapi saya, hal ini seringkali terjadi. Banyak sebenarnya kasus-kasus yang ujung-ujungnya hanya perlu memaafkan saja. Memaafkan orangtua, keluarga dan sahabat serta yang terpenting adalah diri sendiri. Sampai–sampai dapat disimpulkan, akar dari segala kegagalan dan kejatuhan manusia adalah adanya akar “kepahitan” dendam yang masih tersimpan erat didalam pikiran bawah sadarnya yang terdalam.

Banyak kasus keuangan, keluarga dan bisnis yang tersendat hanya butuh hal satu ini yaitu, memaafkan dan melepaskan emosi negatif yang masih kita pegang didalam lubuk hati kita yang terdalam. Kemarahan, dendam dan sejenisnya mampu menyabotase energy kita untuk mencapai impian dan cita-cita kita.

Seorang klien saya menyimpan dendam kepada orangtuanya selama lebih dari 12 tahun, apa yang terjadi pada kurun waktu itu? Hidupnya tidak terarah, pendidikannya tidak selesai. Relasi sosialnya sangat buruk, hidup terkucilkan, tidak puas dengan diri sendiri. Tetapi setelah ia mengijinkan dirinya untuk memaafkan kedua orangtuanya, hidupnya berubah drastis. Dalam hitungan bulan, rejeki dan model kehidupan yang ia inginkan berangsur-angsur terkabul.

Sampai tahap ini bukan saya yang berperan untuk mengubah atau menyembuhkan klien saya. Sebenarnya yang menyembuhkan klien itu adalah diri klien itu sendiri. Dan yang menyembuhkannya adalah kesediaan klien untuk memulai satu lembaran baru dengan melepas semua emosi negatif yang selama ini mengganggu hidupnya yaitu dengan cara memaafkan, memaafkan orang lain yang telah menyakitinya dan yang lebih penting lagi adalah memaafkan dan menerima diri seutuhnya.

Salah satu ciri orang yang sukses, mereka mampu memaafkan kesalahan yang terjadi didalam kehidupan mereka. Baik itu dilakukan oleh diri mereka sendiri atau orang lain. Sebagai contoh, Anda pasti kenal Donald Trump, orang selevel Donald Trump setiap hari selalu digugat oleh pengadilan. Banyak orang yang ingin mengeruk kekayaannya. Dan tanggapan Donald Trump? Dia memaafkan dan tidak berfokus untuk mempermasalahkannya, tetapi tetap berkarya, bekerja mengikuti panggilan hatinya (bekerja dengan “passion”), make money more and more.

Ingat kesuksesan selalu meninggalkan jejak, dan ini adalah salah satu jejak yang sangat berharga dan tidak terlihat, yaitu hati yang murah hati. Murah hati untuk memaafkan, murah untuk memberikan maaf secara ikhlas. Ingat ke lima alasan diatas tentang proses memaafkan adalah pandangan yang keliru, memaafkan adalah untuk keuntungan diri kita sendiri.

Menyimpan sakit hati sama dengan membuang banyak energy yang dibutuhkan untuk sukses. Jadi kenapa sukses Anda tidak tercapai? Yah, mungkin masih ada masalah yang membelenggu Anda di pikiran bawah sadar Anda, atau emosi Anda yang terdalam dan mungkin ini tersembunyi. Memang butuh keahlian khusus untuk menyelesaikan hal ini. Tapi tidak menutup kemungkinan ini dapat dilakukan secara mandiri (Self Healing).

Saya akan berikan tips singkat bagaimana melakukan proses memaafkan, secara mandiri:

  • Ambil waktu santai bagi diri Anda yang tidak terganggu oleh berbagai aktivitas kegiatan dan Anda benar2 sendiri.
  • Anda bisa gunakan music instrument relaksasi atau posisi meditasi dengan memperhatikan nafas Anda.
  • Ambil waktu tenang dengan memperhatikan nafas Anda selama 3-5 menit, perhatikan saja nafas keluar dan masuk melalui hidung Anda.
  • Lalu jika Anda sudah merasa cukup tenang, ucapkan kata “Memaafkan” dalam hati saja.
  • Maka sesaat itu juga, akan muncul wajah-wajah orang yang perlu Anda maafkan. Hadapi orang tersebut, berikan maaf Anda secara tulus dan ikhlas. Ingat ini adalah untuk kebaikan Anda sendiri.
  • Satu persatu Anda berikan maaf kepada wajah-wajah yang muncul (bisa teman atau keluarga, bahkan orangtua Anda).
  • Luangkan waktu 15-20 menit sehari.
  • Besok lakukan lagi, jika muncul wajah yang sama maafkan saja. Tidak perlu Anda menganalisa atau mempertanyakan. Maafkan saja, proses ini seperti Anda berlatih barbel. Pada saat berlatih kita hanya mengangkat barbel yang 1 kg saja, setelah beberapa hari maka porsi kita tambah menjadi 2-3 kilo dan seterusnya. Memaafkan juga berapis-lapis, semakin hari semakin dalam dan semakin bermakna dalam keheningan dalam jiwa kita.
  • Jangan lupa memaafkan diri sendiri dan menerima diri sendiri juga wajib Anda lakukan setiap hari, jika perlu peluk diri Anda sendiri. semakin Anda suka dengan diri Anda, menerima apa adanya diri Anda, maka Anda akan lebih mudah diterima dilingkungan sosial Anda dan dunia menyukai Anda.
  • Lakukan selama 2 minggu berturut-turut maka Anda akan menemukan Miracle of Forgivenes.
  • Salam

    Timothy Wibowo

Comments are closed.